Gurdwara, Rumah Ibadah Agama Sikh yang Mirip Masjid

Friday, September 14, 2018

Buat teman-teman yang sering bepergian pastikan satu hal yang jangan ditinggalkan, yakni ibadah Shalat. Allah juga memberikan keringanan bagi orang yang sedang dalam perjalanan dengan dapat menjamak dan mengqasar shalat. Mungkin saja karena perjalanan kita jauh ataupun mobilitas yang tinggi. Sehingga mengharuskan kita menjamak dan mengqasar ibadah Shalat.

Kendala lain yang kita hadapi juga dimana kita kesusahan menemukan arah kiblat shalat. Solusinyanya adalah dengan mencari masjid setempat terdekat.

Tapi permasalahannya adalah, ternyata tidak semua bangunan yang berkubah ternyata masjid. Tidak semua bangunan yang secara fisik mirip dengan masjid adalah masjid.

Di Indonesia sendiri sebenarnya juga banyak bangunan-bangunan yang berkubah yang secara fisik mirip dengan Masjid. Faktanya bangunan dari foto yang teman-teman lihat tadi merupakan tempat ibadah sebuah agama yang disebut agama Sikh. Nah ini yang jadi permasalahannya, karena bangunan yang mirip dengan bangunan tempat ibadah kita ini ternyata juga tempat ibadah agama lain.

Ditakutkan kalau-kalau kita salah masuk saat kita sedang berlibur di suatu tempat. Karena tentu bangunan ini tidak menghadap kiblat, dan juga isi dalam bangunan ini mirip seperti interior masjid. Terlebih juga didalamnya tidak ada patung dan gambar, tetap saja ini bangunan tempat ibadah agama lain bukan masjid.

Bangunan rumah ibadah Sikh ini namanya Gurdwara (Gur-duara). Agama Sikh sendiri merupakan agama yang pemeluknya tergolong terbesar di India. Populasi penganut Sikh juga banyak di Malaysia, Bangladsh, Pakistan dan juga negara-negara besar seperti Amerika.

Gurdwara sendiri bisa dengan mudahnya kita jumpai di kota-kota besar di Malaysia yang terkadang membuat kita terkelabui dengan bentuk fisiknya itu. Di Indonesia sendiri berhubung populasi penganut Sikh sangat minim, maka pula kita sulit menemukan Gurdawara di Indonesia.

Di Indonesia sendiri dapat kita temui beberapa Gurdwara seperti Gurdwara Dharma Khalsa di Tanggerang, Gurdwara Guru Nanak di Jakarta Selatan, Gurdwara Guru Nanak di Pematangsiantar, Gurdwara Parbandhak Committe di Binjai, Gudwara Sikh Temple di Jakarta Pusat, Gurdwara Sri Guru Nanak Dev ji di Medan, Sikh Temple di Tanjung Priok, dan Gurdwara Guru Arjan Dev Ji di Sumatra Utara.

Ngomong-ngomong apa sih itu agama Sikh?

Oke Agama Sikh merupakan bagian dari agama Dharma yang lahir di India dan merupakan agama perpaduan atau sinkretisme antara Hindu dan agama Islam, ada juga yang menganggap Sikh merupakan sebuah aliran dalam agama Hindu karena dia pecahan dari Hindu. Didirikan oleh Guru Nanak Dev dan mencampurkan antara ajaran Hindu serta ajaran Islam.

Mereka menyembah Tuhan yang esa yang tidak memiliki nama secara spesifik namun disebut dengan Ik Ongkar. Hanya saja walaupun mereka menganut monotheis mereka meyakini konsep Tuhan yang patheistik. Memiliki kitab suci yang bernama Grand Guru Shahib.

Ciri khas agama Sikh adalah mereka mewajibkan memakai serban atau dastar serta pula memanjangkan janggutnya.

Baca Selengkapnya: Agama Sikh (Sikhism)

Lalu bagaimana sih kita dapat membedakan mana Gurdwara dan mana Masjid?

Gurdwara biasanya berkubah putih atau ke emas-emasan. Inipun sebenarnya belum bisa membuat kita dapat membedakan mana Gurdwara dan Masjid, karena Masjid juga ada yang berkubah emas dan putih. Ciri-ciri kedua adalah adanya simbol Khanda. Khanda sendiri simbol khas agama Sikh. 

Khanda

Ciri-ciri ketiga adanya tulisan khas Punjab atau tulisan India. Walaupun sebenarnya Masjid-Masjid di India juga memakai tulisan India, namun biasanya paling kurang ada tulisan Arabnya atau ada kaligrafinya. Ciri-ciri keempat adanya tulisan seperti Gurdwara, Vaheguru, Guru Nanak, Gurudwara, Sikh Temple dan tulisan-tulisan khas agama Sikh lainnya.

Ciri ke-lima adanya bendera Sikh yang disebut dengan Nishan Shahib, biasanya bendera ini berwarna biru atau kuning berbentuk segitiga dengan simbol Khanda. Jika teman-teman menjumpai kesemua ciri-ciri ini maka bangunan yang mirip Masjid itu sudah 100% bukan Masjid kita, melainkan Gurdwara.

Nishan Sahib
Sama seperti masjid sendiri, dalam Gurdwara umat Sikh beribadah dengan duduk dilantai atau lesehan. Jika dalam Masjid jamaah wanita berada di belakang jamaah laki-laki, maka di Gurdwara jamaah wanita berada di samping kiri laki-laki. Dalam Gurdwara juga ada altar tempat kitab suci mereka disimpan yang disebut dengan Darbar Shahib, yang kalau kita lihat agak mirip dengan mimbar didalam Masjid. Yang membedakannya lagi, dalam Gurdwara ada alat musik klasik India seperti tabla dan harmonika, karena mereka sembahyang dengan alat musik. Orang yang menyanyikan Shabda kitab Guru Shahib disebut Ragi.

Dibelakang Gurdwara ada ruang yang disebut Langar. Langar bukan Langgar ya! Langgar itu sebutan lain untuk Mushalla. Sedangkan Langar adalah ruang makan dalam Gurdwara, dimana setelah sembahyang mereka menuju ruang Langar untuk makan bersama-sama, dan makanan yang mereka sajikan adalah makanan vegetarian.

Gurdwara sendiri artinya Gerbang Guru. Gurdwara pertama dibangun di Kartarpur, di tepi Sungai Ravi di wilayah Punjab oleh guru Sikh pertama, Guru Nanak Dev pada tahun 1521. Sekarang terletak di Distrik Narowal Punjab barat (Pakistan). Namun ketika itu belum disebut Gurdwara, melainkan Dharamsala. Ketika populasi Sikh terus tumbuh, Guru Hargobind, guru Sikh keenam, kemudian memperkenalkan kata Gurdwara.

Gudrwara dibuka untuk umum, tapi ada beberapa aturan yang harus kalian penuhi saat memasuki Gurdwara:
  1. Melepaskan alas kaki
  2. Menutup kepala baik laki-laki maupun perempuan, dan biasanya mereka menyediakan kain penutupnya
  3. Dilarang memasukkan rokok atau tembakau dan obat-obatan
Gurdwara yang paling terkenal adalah Harmandir Shahib atau Kuil Emas di Amritsar, Punjab, India. Harmandir Shahib ini merupakan tempat suci utama bagi penganut Sikh. Sama seperti Masjidil Haram bagi kita Umat Muslim ataupun Bethamikdash di Jerusalem bagi penganut agama Yahudi.

No comments:

Powered by Blogger.