Disaat Aku Ingin Mewujudkan Mimpi-Mimpimu, Disaat Itu Pula Aku Tahu Usahaku Sia-Sia

Tuesday, September 05, 2017
Dapatkan: Game Kuis Sirah Sahabah

Uji wawasanmu seputar biografi sahabat-sahabat Rasul dengan game trivia ini

Download


Tahu tidak jika kecenderungan atau perasaan cinta mendorong seseorang rela melakukan apapun dan mengorbankan apapun yang ada padanya untuk yang dicintainya. Iya itu kalau memang cinta tersebut merupakan sebuah rasa yang tulus dari hati. Namun hal ini tidak selalu bernilai positif bahkan bisa menjadi ketololan dirimu sendiri. Benar, itu apabila cinta atau kamu menyadari perasaan kamu dipersiakan, tanpa harga.

Banyak yang sudah mengalaminya mungkin, dan banyak film yang menginterpretasikan rasa itu. Artinya, hal-hal seperti ini memang sering terjadi terutama oleh para jomblo yang sedang mencari cintanya.

Aku mencoba menulis tulisan ini secara objektif walaupun memang nantinya bakal baper sendiri. Setidaknya pngalaman yang aku alami menjadi pelajaran baik buat aku maupun kamu sendiri yang membacanya.

Pernah tidak merasakan kondisi dimana kamu mengejar orang yang sedang berlari?. Bukan mengejar orang yang berdiri tapi berlari. Artinya bisa jadi maksudnya walaupun kamu mengejarnya dia menjauh ataupun amu mengejarnya namun ia tak sadar itu, karena ia juga mengejar orang lain. Simpelnya bisa diuraikan dalam bentuk istilah cinta bertepuk sebelah tangan.  Dan itu hal lumrah dalam cerita percintaan setiap individu, apalagi hal itu terjadi seperti orang-orang seperti kami-kami ini. Maksudnya, bedalah dengan mereka itu yang dikejar apalah kami-kami ini yang mengejar dan belum tahu apakah yang dituju menunggu atau pergi.

Namanya juga usaha pastinya tidak selalu berhasil akhirnya, kalau tidak gagal ya berarti sukses. Artinya usaha kamu selama ini berhasil, namun begitu pula sebaliknya. Sebelum kamu mengejarnya seharusnya kamu harus mepersiapkan imune agar bisa berbesar hati dan tabah saat usaha dan perngorbanan baik waktu dan usahamu sia-sia semata walaupun tanpa dihiraukan sedikitpun olehnya.

Kalau hendak ingin disalahkan memangnya siapa yang harus disalahkan? Menyalahkan Tuhan tidak mungkin apalagi si dia. Karena dia pun berhak untuk mencintai seseorang dan kita juga tidak boleh memaksakan cinta. Tapi sayang, fatalnya walaupun dia mencintai seseorang ia kurang peka pada pengorbanan kita untuk menggapainya sehingga kita sendiri tidak menyadari kalau hatinya telah tertaut pada orang lain. Pada titik inilah disebut dengan namanya PHP (pemberi harapan palsu).

Namun, apa karena PHP ini kamu menyalahkannya?. Tidak juga, aku sih lebih merasa kalau kitanya terlalu percaya, terlalu GR (gede rasa) dan terlalu yakin. Bisa saja ia beranggapan kebaikan selama ini dan pengorbanan waktu dan harta yang kita luahkan merupakan bentuk kebaikan antar sesama sahabat atau sebatas teman, tidak lebih. Artinya, perjuangan dan pengorbananmu selama ini baginya sebatas memandang berupa kebaikan semata tidak lebih. Pada tahap ini kamu berasa di posisi friendzone.

Dan akhirnya kita menyadari posisi kita bagi dia. Cinta yang tak terbalaskan dan bertepuk sebelah tangan, kamu yang di PHP-kan dia dan kamu olehnya hanya dianggap teman (friendzone). Dan kamu akan menyadari bahwa perjuangan dan pengorbananmu sia-sia dan kamu tersia-siakan. Iya, waktu dan tenagamu dihabiskan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan impian dan angan-aganmu. Sakit memang.

Atau bagaimana jika kamu telah memendamkannya bertahun-tahun, mungkin itu akan menambah dramatis kisahmu.

Begitupula yang aku dan kawan-kawan lainnya rasakan. Bayangkan, bertahun memendamkan rasa dan memperjuangkannya. Melihatnya dan mendengarkan cerita-ceritanya serta memahami impian-impiannya. Ia bercerita ingin menjadi ini dan itu, ingin membuat ini dan itu serta ingin mencapai ini dan itu.

Sebagaimana kuatnya rasa itu, maka terunggahlah rasa simpati untuknya. Kita ingin mewujudkan mimpi-mimpinya, cita-citanya. Tidak jauh-jauh, cuma hanya ingin melihatnya tersenyum dan bahagia saat ia mendapatkan apa yang diinginkannya. Entah kenapa itu juga membuat kita juga bahagia. Dan kita mencoba merealisasikan, mewujudkannya sebisa kita dan semampu kita,

Tidak perduli mau seberapa waktu hilang, seberapa tenanga terkuras, seberapa duit yang hilang yang namanya ketulusan cuma hanya ingin melihatnya bahagia dan berkata "hey, here I am", iniloh aku yang selama ini memahami mimpi-mimpimu, iniloh aku yang mencoba membahagiakan dirimu. Apa kamu tidak menyadarinya?

Namun apa daya ya, yang namanya cinta gak bisa dipaksa. Gimana rasanya saat kita menyadari selama ini pengorbanan kita tidak meninggalkan bekas sedikitpun dan ternyata hatinya tertaut kepada sosok lain.

Juga tidak bisa disalahkan, mungkin sosok disana lebih perhatian, lebih memenuhi kriteria-kriteria idaman yang ia susun dalam cita-citanya. Apalah kita yang mungkin belum masuk dalam daftar kriterianya. Apalah kita yang hanya bisa berbuat semampunya, sebegini bisanya.

Mau disalahkan siapa juga tidak tahu, hanya bisa menyalahkan diri sendiri atas ketololan dan kebodohan selama ini, tanpa harga sedikitpun. Dan menerima jika cinta dipersiakan atas segala apa yang sudah dilakukan. Seta ikhlas merelakannya, dan semoga bahagia.

Sudahlah jika sudah begini jangan lagi untuk menunggu, yuk kita pulang. Sudah cukup sampai disini. Banyak hal-hal lain yang harus dikerjakan, banyak pekerjaan yang menunggu untuk masa depanmu. Berbesar hati dan rela, memaksakan juga akan memperburuk cerita nantinya. Biarkan dia meu peka atau tidak. Toh nantinya apabila ia peka dan menyadarinya, belum tentu saat ia melihatmu akan merubah kondisi menjadi baik. Bisa saja kamu dibanding-bandingkan dengan sosok satunya. Mungkin memang bukan jodoh, walaupun harapan sudah hancur.

Ini bisa jadi pengalaman pahit sekaligus berharga. Karena kondisi seperti bisa saja terjadi berkali-kali dalam cerita cinta siapa saja. Tapi ingat, Allah sudah menentukan jodoh masing-masing. Hanya saja ini proses usaha untuk menemukannya.
"Duh dek, dimana kamu ya? maafkan abang yang sudah mencenderungkan hati pada orang lain. Namun tetap menunggumu, gak sabar ingin mendengar cerita-ceritamu dan mewujudkan mimpi-mimpimu. Semoga baik-baik disana dan tetap setia"
Disatu sisi juga malu pada sosok jodoh yang sudah ditetapkan jauh-jauh hari. Satu yang jangan lupa, ketika mencintai seseorang maka berdoalah kepada Allah agar menemukan kebenaran, apakah ia jodoh kita tau bukan. Jika bukan tunjukkan jalan dan bukti agar hati tidak terus-terusan cenderung padanya.

Dan mungkin seperti cerita diatas, datang kabar tiba-tiba jika dirinya cenderung pada hati orang lain. Itulah jawaban dari doa-doamu. Allah ingin mengabarkan kenyataannya. Maka bersyukurlah, karena setelah ini saatnya membuka hari baru. Banyak hal yang harus dikerjakan, banyak cita-cita juga masih menunggu. Jadi tetap menjadi positif, karena kedepan akan ada kegemilangan.

Dan terimakasih sudah menjadi bagian dari cerita hidup, semoga bahagia.

No comments:

Powered by Blogger.