Inilah Al-Qullais, Bangunan Yang Dibuat Untuk Menandingi Ka'bah Di Mekkah

Thursday, June 01, 2017
Landscape Al-Qullais, photo by: muslimtraveling.com
Ka'bah merupakan bangunan yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Bahkan pada masa pra-Islam sendiri menjadi bangunan yang dimuliakan walapun bagi mereka kaum musyrik sendiri.

Bangunan ini sendiri merupakan simbolnya kota Mekkah. Sedari pra-Islam, banyak penjuru bumi mengunjuni Ka'bah dan berziarah melakukan tawaf disana. Pada masa itu, tawaf mengelilingi Ka'bah adalah tradisi yang sudah muncul sejak masa Nabi Ibrahim. Namun sayang dalam praktiknya sdah sangat jauh dari anjuran yang diajarakan oleh orang-orang shalih terdahulu. Mulai dari munculnya berhala-berhala hingga praktik tawaf secara telanjang merajalela di seputaran Ka'bah.


Karena faktor itulah Makkah pada masa itu menjadi kota dengan perekonomian yang makmur. Banyak pedagang yang berdatangan dan berjualan. Dampak inipun dirasakan oleh masyarakat sekitar. Walapun diyakini itu semua akibat dari usaha Nabi Ibrahim yang menghidupkan kota Makkah, sebenarnya kota Makkah dahulunya memiliki populasi penduduk yang banyak hingga lambat laun mengurang dan tandus. Bahkan yang pertama kali membangun Ka'bah sendiripun bukan Nabi Ibrahim dan Ismail (tunggu artikel selanjutnya mengenai siapa yang pertama kali membangun Ka'bah).

Dan sejak datangnya risalah Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam Mekkah yang dulunya dikenal dengan nama Bakkah ini semakin maju dan berkembang. Itu juga berkat doa Nabi shallallahu'alaihi wa sallam kepada kota ini yang membuat kota ini semakin diberkati.

Namun bagaimana jadinya jika sebenarnya Ka'bah yang berdiri megah itu memiliki bangunan tandingan? bagaimana jika ada bangunan yang sengaja dibangun untuk mengalahkan Ka'bah dan orang-orang kemudian bertawaf di bangunan baru ini?.

Faktanya memang ada, namanya Al-Qullais. Merupakan bangunan yang berada si San'a, Yaman. Sengaja dibangun sebagai bentuk tandingan dan perlawanan akibat merosotnya perekonomian di Yaman karena banyak yang melakukan haji di Makkah setiap tahunnya.

Sejarahnya, kerajaan Kristen Ethiopia (Habasyah) menguasai Yaman setelah berakhirnya era kekuasaan kaum Himyar (Yahudi). Tatkala kekuasaan Ethiopia di Yaman berada di tangan Abrahah Al-Asyram ia membangun sebuah gereja yang sangat megah bernama Al-Qullais di sana, tepatnya di samping Ghumdan. Pada masa nya, tidak ada bangunan yang lebih megah dari gereja itu. Abrahah membangunnya dengan bahan material terbaik, termasuk marmer, dan menghiasi kayu-kayunya dengan emas [1].

Disebut juga dengan Ghurqat Al-Qallis atau Ka'bah Abrahah. Spesifiknya tinggi bangunan 60 hasta, dilengkapi dengan tangga marmer dengan pagar tinggi antara gereja dengan halamannya yang diperkirakan 200 hasta dari setiap sisinya. Adapun batu-batu yang digunakan, berbentuk segitiga satu sama lain saling terkait, dilengkapi warna hijau, putih dan kuning. Sementara pintu masuk ke dalam bangunan gereja panjangnya 80 hasta yang dilapisi dengan kain tenun emas berhiaskan perak. Dalam gereja tersebut terdapat papan-papan besar terbuat dari marmer berbentuk segi empat. Benar-benar bangunan yang megah dan besar. Abrahah meminta bantuan raja-raja Eropa untuk membangun gereja ini. Benar saja, mereka semua membantu dengan para insinyur serta bantuan dana hingga bangunan siap.

Setelah bangunan rampung, Abrahah mengirimkan kabar kepada raja Najasyi sambil mengatakan, “Saya telah membangun untuk paduka sebuah gereja yang belum pernah didirikan untuk raja manapun sebelum paduka, dan saya belum puas hingga memindahkan hajinya Bangsa Arab ke gereja ini.”

Pada waktu peresmian gereja, Abrahah mengadakan pesta besar dengan mengundang semua raja Eropa yang membantunya dalam membangun gereja tersebut, mengingat gereja ini adalah satu-satunya gereja di Timur Tengah dan Semenanjung Arabia pada saat itu [2].

Abrahah membangun gereja itu untuk mengalihkan para jamaah haji bangsa Arab ke Al-Qullais dan meninggalkan Ka'bah yang ada di Mekah. Ketika dia mengumumkan maksudnya itu ke khalayak bangsa Arab, seorang pria dari seorng Arab dari qabilah Bani Faqim bin Addiy tersinggung dan naik pitam [3]. Ia lalu pergi ke Al-Qullais dan buang air besar di dalamnya pada malam hari serta melumuri lantainya dengan kotoran[4].

Tatkala mendengar laporan tentang peristiwa memalukan itu, Abrahah murka dan bersumpah akan mengerahkan pasukan gajahnya ke Ka'bah serta menghancurkan bangunan suci itu. Itulah sebabnya tahun terjadinya peristiwa ini dinamakan tahun gajah[5].

Dari peristiwa itu pula kemudian diabadikan dalam surat Al-Fiil (gajah) walaupun peristiwa ini tidak menjadikan asbabun nuzulnya dari surat tersebut.

Namun bagaimana keadaan Qullais sekarang?. Kebetulan karena saya belum sampai kesana (doakan mudah-mudahan bisa kesana) jadi saya mengutip dari tulisannya Tomi Ristanto dari muslimtraveling.com.  Ia menjelaskan kondisi bangunan ini disana.

Al-Qullais ternyata kini tinggal bekasnya saja berupa lubang bundar yang berdiameter sekitar 20 meter. Sejak beberapa tahun lalu pemerintah Yaman membuat pagar melingkar di lokasi bersejarah ini. Sehingga kini yang tampak adalah pagar melingkar setinggi sekitar dua meter dan ditambah pagar besi melingkar di atasnya.

Meski disebut memiliki nilai sejarah yang tinggi, faktanya bangunan Al Qullais seperti terbengkalai. Di dalam lubang yang berpagar besi tampak pohon dan rumput liar, juga sampah warga. Begitu juga di areal luar yang terlihat sangat tidak terawat. Tak hanya coretan atau sampah, perlakuan masyarakat sekitar terhadap situs yang telah dilindungi UNESCO ini juga sangat buruk. Bau tidak sedap sangat terasa di sekitar tempat ini [6].
______________
  1. Syauqi Abu Khalil, Atlas Jelak Agung Muhammad SAW, (Jakarta Selatan: Naora Books, 2009) hal.20
  2. Majalah Qiblati edisi 10 tahun IV dalam jauharina.wordpress.com
  3. Asima Nur Salsabila, 1001 Fakta Dahsyat Mukjizat Kota Makkah, (Jakarta: Lembar Langit Indonesia, 2015), hal.97
  4. Syauqi Abu Khalil, Atlas Jelak Agung Muhammad SAW, (Jakarta Selatan: Naora Books, 2009) hal.20
  5. http://muslimtraveling.com

No comments:

Powered by Blogger.