Dahsyat! Al-Quran Memiliki Ayat Segel Keotentikan yang Tidak Dimiliki Kitab Lain

Tuesday, March 28, 2017
Dapatkan: Game Kuis Sirah Sahabah

Uji wawasanmu seputar biografi sahabat-sahabat Rasul dengan game trivia ini

Download


Tulisan ini merupakan artikel saya yang terinspirasi dari ceramahnya muallaf Felix Siaw saat beliau mengkaji Al-Quran dan mendapatkan hidayah lalu masuk Islam.

Pembahasan kali ini dibagi kepada dua term; ayat segel dan ayat klaim otentik yang ada didalam Al-Quran. Untuk penamaan istilah ini sbenarnya bukan penamaan yang sudah ada sejak lama, melainkan istilah yang baru. Tapi yang paling penting adalah esensinya bukan istilahnya.

Kedua ayat ini merupakan unsur penting yang menegaskan kemu'jizatan Al-Quran. Kitab suci Al-Quran merupakan satusatunya kitab dari sekian banyak kitab didunia ini yang memiliki klaim otentik dan penyegelan terhadap keotentikannya.

Ilustrasinya seperti ini. Ketika seseorang membuat sebuah buku, pada halaman pertama atau mukaddimahnya selalu penulis menuliskan bahwa buku ini masih banyak kekurangan yang sekiranya perlu penyempurnaan atau ungkapan-ungkapan seperti itu yang menegaskan bahwa buku yang ditulis olehnya masih banyak kekurangan. Tidak ada satu penulispun yang mengklaim bahwa buku karangannya itu sempurna, otentik dan benar melainkan ia akan di cap sebagai orang yang sombong dan angkuh. Bahkanpun kitab-kitab suci yang ada didunia ini tidak ada satu statement-pun yang berani menorehkan tulisan klaim bahwa kitab sucinya paling benar, kecuali Al-Quran.

Dimanakah ayat klaim bahwa memang Al-Quran itu otentik dari tuhan yang bebas dari kesalahan dan zero contradiction?. Ternyata ayat itu dapat ditemui saat awal pertama kali membuka ayat Al-Quran, disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 2;
"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa" (QS: Al-Baqarah Ayat: 2)
Mungkin anda belum merasakan-nya. Mari saya buktikan lagi segel dan klaim keotentikan Al-Quran pada surat Al-Baqarah: 23-24.
"Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu...."
Ayat ini adalah jawaban dari ayat ke 2. Ini adalah bentuk penyegelan, bahwa betapa otentiknya Al-Quran. Ayat ini memaksakan dan menantang kepada pembaca yang masih ragu untuk menciptakan sebuah karya yang sebanding dengan Al-Quran.

Tapi tidak selesai disitu, ayat ini begitu gagahnya malah menantang "...dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."

Pada titik ini perlawanan dua versus satu. Oh tidak, bukan dua, Allah malah menantang untuk memanggil kawan-kawan dan sekutu untuk menjawab tantangan Al-Quran. Terletak pada kata "ajaklah penolong-penolongmu". Bahkan ia menampar anda dengan singgungan "...jika kamu orang-orang yang benar..."

Pada titik ini terbayang jelas, bagaimana kekuatan kehebatan dari firman Ilahi ini. Seolah-olah ayat ini mencoba memanggil anda dengan segala kesombongan anda dan keraguan anda untuk menantangnya.

Itu seperti, apabila ada yang mengaku telah menciptakan sebuah karya hebat dan ia mengklaim bahwa karyanya memiliki nol kontradiksi dan 100% isinya benar baik dari segi penulisan, ilmiyahnya, kandungannya dan sebagainya. Maka tahap selanjutnya adalah dengan mengujinya.

Al-Quran selalu meminta kepada kita dengan lafal afala ta'qilun, afala tatafakkarun, afala tubshirun dan sebagainya untuk menghendaki kepada pembaca agar dapat membuktikan dan menguji Al-Quran. Maka itu muncullah sebuah buku dengan judul The Bible, The Quran & The scince  yang ditulis oleh ilmuan mualaf Dr. Maurice Bucaille setelah meneliti Al-Quran.

Akan tetapi Al-Quran tidak hanya meminta kita mengujinya tetapi juga menantang untuk membuat yang sebanding dengan Al-Quran. Banyak yang mencoba menjawab tantangan Al-Quran ini namun tidak ada yang berhasil mulai Mushailamah Al-Kadzab hingga Dr. Anis Shorrosh dengan karyanya Al-Furqan The True Quran. Namun belum ada yang bisa menandinginya dari kedalaman bahasa, ilmu pengetahuan, kandungan, keindahan dan mukjizatnya.
" Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) — dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir....."
Dan kekalahan serta ketidak mampuan itu telah di tegaskan dalam surat Al-Isra ayat 88, bahkanpun jika anda bersatu dengan makhluk lain anda tidak akan bisa.
Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. (Al-Isra’: 88)
Ayat diatas menjadi segel untuk Al-Quran bahwa tidak akan ada yang bisa megotak-ngatik dan mengacaukan isi Al-Quran itu sendiri. Hal ini berbunyi juga pada surat Al-Hijr ayat 9.
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9)
Jika kita lihat ayat-ayat diatas "sungguh keterlaluan", karena dengan sombongnya berani mengklaim dan mengaku-ngaku paling otentik dan terjaga. Dan memang seperti itu wajar. Secara empiris sudah dibuktikan, dan ini manual book adalah dari Tuhan, dan Allah berhak untuk sombong. Dengan adanya ayat-ayat ini mebuat kita yag mebacanya menjadi tentram, itu dikarenakan sudah adanya klaim dan Allah sendiri bertanggung jawab atas keotentikannya.

Ayat-ayat ini disebutkan dalam ulumul Al-Quran dengan istilah Tahaddi. Tahaddi dalam Al-Quran ialah menuntut seseorang untuk mendatangkan seumpama Al-Quran seakan-akan Allah menantang semua orang untuk mendatangkan seumpama Al-Quran itu. Tahaddi ini merupakan bagian dari Mu'jizat Al-Quran.

Fungsi Mu'jizat Al-Quran menurut Ali As-Shabuny ada enam: pertama, sebagai bukti kebenaran pengakuan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah. Kedua, sebagai bukti bahwa Al-Quran bukan produk insani. Ketiga, pematah hujjah kaum kuffar. Empat, penguat daya tahan dan daya juang Rasulullah dalam mengembang risalah. Lima, pemantap iman Muslimin. Enam, sebagai pengganti mukjizat nabi terdahulu.

Dan pada akhirnya dengan segala kehebatan dan kebesaran-Nya. Ayat ini telah menngambarkan betapa tingginya Al-Quran dengan bukti uji otentik dengan penyegelannya. Dengan klaim keotentikannya. Bahkan ayat segel dan klain otentik ini tidak dimiliki oleh kitab manapun. Dan dengan tegas dikatakan AL-QURAN ADALAH KITAB PALING BENAR DAN TERBUKTI BENAR, begitulah jika boleh kita bayangkan apa yang dimaksudkan ayat tersebut. Subhanallah..

1 comment:

Powered by Blogger.