Latest News
Friday, 1 July 2016

Darah Babi Dalam Rokok Itu Memang Ada


Oke, mungkin informasi yang kita dapat mengenai adanya unsur babi pada rokok kita mengira hanyalah sebuah sangkaan saja. Faktanya, iya dan memang benar adanya. Sebuah seminar TEDsTalk yang dinarasumber oleh Christine Meinderstma yang mempresentasikan hasil penelitiannya terkait produk mengandung babi dalam sebuah acara di Oxford University, Inggris. Sudah meneliti selama 3 tahun mengenai babi juga mengaku bahwa adanya unsur babi pada rokok. Begitu juga yang disebutkan oleh Dosen Institut Pertanian Bogor, Dr Anna P Roswiem. Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT), DR Hakim Sarimuda Pohan, mengungkapkan bahwa dalam filter rokok yang banyak digunakan di Indonesia terkandung bahan yang berasal dari darah babi. Menurutnya, semua itu diketahui setelah adanya pernyataan yang diungkapkan ahli dari Australia atau Profesor Kesehatan Masyarakat dari Universitas Sydney, Simon Chapman. Profesor Simon Chapman menyatakan itu merujuk pada penelitian di Belanda yang mengungkap bahwa 185 perusahaan berbeda menggunakan hemoglobin babi sebagai bahan pembuat filter rokok.

Dalam rokok ada dua filter. Filter pertama, berwarna putih yang langsung ke mulut. Filter ini disambung lagi dengan filter kedua yang mengandung darah babi. Menurut klaim perusahaan rokok, darah ini digunakan untuk menyaring toksin yang ada dengan lebih baik. Hemoglobin dari darah babi menyaring racun-racun tembakau sehingga racunnya lebih sedikit.

Biasanya kita bisa mengetahui bahwa rokok ini mengandung hemoglobin babi dengan melihat kemasan rokoknya. Ada tanda Diamond Filter di punggung kemasan. Perusahaan rokok menulis keterangan ini di kemasan rokok dengan tulisan dan gambar.

Oke sekarang kita tinjau dari segi kacamata Islam. Sebelum kita menjelaskan hukum gelatin dari babi, harus dijelaskan terlebih dahulu hukum istihalah (perubahan suatu wujud menjadi wujud lain), seperti : wujud babi berubah menjadi garam, apakah garam tersebut hukumnya halal atau menjadi haram. Terdapat perbedaan pendapat para ulama mazhab dalam hal ini.

Para ulama mazhab Syafi’i dan Hanbali berpendapat bahwa garam yang berasal dari perubahan wujud babi hukumnya tetap haram, karena zat babi adalah najis sekalipun najis tersebut berubah bentuk menjadi zat lain hukumnya tetap najis.

Ar-Ramli (ulama mazhab Syafi’i, wafat : 1004H) berkata : “Zat yang najis tidak berubah hukumnya secara mutlak …, dengan cara wujud najis berubah menjadi wujud lain, seperti ; bangkai babi yang jatuh ke dalam tambak garam, kemudian berubah menjadi garam” [Nihayatul Muhtaj 1/247]

Ibnu Qudamah (ulama mazhab Hanbali, wafat : 620H) berkata : “Pendapat yang terkuat dalam mazhab (Hanbali) bahwa najis tidak menjadi suci dengan cara perubahan wujud kecuali khamar berubah menjadi cuka dengan sendirinya, adapun selain itu tidak menjadi suci, seperti ; najis yang dibakar sehingga menjadi abu, begitu juga bangkai babi yang jatuh ke dalam tambak garam sehingga berubah wujud menjadi garam” [Al-Mughni 1/60]

Dari dua pendapat ulama tentang hukum garam yang berasal dari babi dapat di-takhrij hukum gelatin yang berasal dari kulit dan tulang babi.

Para ulama yang bermazhab Syafi’i dan Hanbali tentu akan mengharamkan gelatin yang diperoleh dari babi sekalipun zat gelatin tersebut berbeda bentuk fisik dan sifat kimianya dengan kolagen babi yang merupakan asal dari gelatin.

pendapat ini merupakan keputusan berbagai Lembaga Fiqh internasional, diantaranya; Majma Al-Fiqh Al-Islami (OKI) keputusan no: 23 (11/3) tahun 1986, Al-Majma Al-Fiqhiy Al-Islamy di bawah (Rabitah Alam Islami) yang berpusat di Mekkah (no. 3, rapat tahunan ke 15) tahun 1998, dan Fatwa Dewan Ulama Besar Kerajaan Arab Saudi (no fatwa : 8039).

Oke sekarang kita anggap saja filter rokok itu tidak terbuat dari babi, apakah itu juga terkena titik kritis halal?. Filter sendiri terbuat dari Carboxi Metil Selulosa (CMS) yang sebenarnya aman karena berasal dari tumbuhan. Tapi, untuk membuat filter, CMS ini ditambahkan dengan Gliserol dari Gliserin. Bahan pembuat gliserol ini sumbernya bermacam-macam, ada yang dari sintetik kimia yang halal dan ada juga dari lemak atau minyak. Jika sumbernya dari lemak atau minyak, maka perlu diketahui sumbernya apakah dari hewan ataukah dari tumbuhan.

Selanjutnya, ini juga berdampak pada aspek kerohanian. Ibrahim bin Adham sosok ulama ahliibadah yang do'anya dimakbulkan dalam sekejap. Namun 4 bulan belakangan doanya tidak makbul lagi. Ternyata ia ingat ia telah mengambil sebutir kurma yang tergeetak di sebelah timbangan, ia menyangka itu kurma yang ia beli. “Astaghfirullahal adzhim,” Ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma.Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Itu baru sebutir kurma yang mana karena kesalahan, lalu bagaimana hemoglobin babi yang jelas-jelas haram kita masukkan kedalam tubuh? Syarat do'a diterima adalah kita terhindar hari makanan haram. Begitupun dengan rokok.

Kita tidak sedang membahas jika rokok itu merusak tubuh dan anda mengatakan "tubuh-tubuh saya kenapa emang, perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif. Kalau uda ditakdirkan mati ya mati". Iya begitu aktif pulala makanan haram yang kamu masukkan kedalam tubuh.

Jangan seperti itu, kasian tubuh, kasian istri dan anak yang engkau beri makan dengannya. Kasian kawan-kawanmu dan kasian para tetangga.

 Selangkah lagi anda jadi pengusaha!
  • Komentar Dengan Blogger
  • Komentar Dengan Facebook

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Darah Babi Dalam Rokok Itu Memang Ada Rating: 5 Reviewed By: Zulfan Afdhilla