Latest News
Wednesday, 17 April 2013

Biografi Al-Jawhari (Pengkomentar Elemen Euclid)


Namanya Al-Abbas Ibn Sa'id Al-Jawhari. Kita tahu sedikit infromasi tentang kehidupan al-Jawhari kecuali bahwa ia dikaitkan dengan Rumah Kebijaksanaan (baitul hikmah) yang luar biasa, yang didirikan di Baghdad oleh Khalifah al-Ma'mun. Kita perlu untuk melihat peristiwa yang mengarah kependirian pusat ini, karena kepentingannya untuk belajar dari kejayaan pengetahuan Islam di masa lalu.

Harun al-Rashid menjadi Khalifah kelima dari dinasti Abbasiyah pada tanggal14 September 786, dan memerintah dari istana di ibukota Baghdad atas kerajaan Islam yang membentang dari Laut Tengah ke India. Dia membawa budaya ke istana dan mencoba untuk mendirikan disiplin intelektual yang pada waktu itu tidak berkembang di dunia Arab. Dia memiliki dua putra, yang tertua adalah al-Amin sedangkan yang muda al-Ma'mun. Harun meninggal pada 809 dan ada konflik bersenjata antara saudara ini.

Al-Ma'mun memenangkan perjuangan bersenjata dan al-Amin dikalahkan dan dibunuh di 813. Setelah ini, al-Ma'mun menjadi khalifah dan memerintah kerajaan dari Baghdad. Dia melanjutkan perlindungan pembelajaran yang dimulai oleh ayahnya dan mendirikan akademi yang disebut Rumah Kebijaksanaan di mana karya filosofis dan ilmiah Yunani diterjemahkan. Dia juga membangun sebuah perpustakaan manuskrip, perpustakaan besar pertama yang didirikan sejak di Alexandria, mengumpulkan karya-karya penting dari Bizantium. Selain Rumah Kebijaksanaan, al-Ma'mun mendirikan observatorium di mana para astronom muslim bisa membangun pengetahuan yang diperoleh oleh masyarakat sebelumnya.

Al-Jawhari bekerja untuk melayani al-Ma'mun di Baghdad, walaupun kita tidak tahu persis kapan ia mulai bekerja di sana. Matematikawan seperti al-Kindi, al-Khawarizmi, Hunayn ibn Ishaq, Thabit bin qurra dan Banu Musa bersaudara juga ditunjuk oleh al-Ma'mun ke Rumah Kebijaksanaan, sehingga benar-benar luar biasa koleksi sarjana bekerja di sana. Ada contoh sangat sedikit dalam sejarah matematika ketika sejumlah besar matematikawan kelas dunia berkumpul dan mengambil bagian dalam penelitian. Al-Jawhari, dikenal dalam bidang geometri, melakukan observasi di Baghdad sekitar tahun 829-830ketika bekerja untuk al-Ma'mun. Dia meninggalkan Baghdad sebelum kematian al-Ma'mun di 833, dalam penelitian/pengamatannya di Damaskus di 832-833.

Pekerjaan utama oleh al-Jawhari tentang Komentar pada Elemen Euclid yang tertera dalam Index, sebuah karya disusun oleh penjual buku Ibnu an-Nadim ditahun 988. Komentar pada Euclid's Elements merupakan pekerjaan yang hampir sama dengan yang dijelaskan oleh Nasir al-din al-Tusi (walaupun al-Tusi memberikan judul yang sedikit berbeda untuk pekerjaan al-Jawhari :Perbaikan pada Elemen). Karya ini mengandung proposisi hampir lima puluh tambahan yang diberikan oleh Euclid dan termasuk sebuah upaya oleh al-Jawhari untuk membuktikan postulat paralel. Buktinya mengikuti garis mirip dengan yang dicoba oleh Simplicius namun jelas bukan salinan bukti Simplicius, berisi beberapa gagasan asli. Al-Tusi mengutip enam dari hampir lima puluh proposisi yang bersama-sama membentuk apa yang al-Jawhari yakini sebagai bukti postulat paralel. Ini berarti bahwa, sejauh kita menyadari,al-Jawhari adalah matematikawan Arab pertama yang mencoba membuktikan hal ini. Kenyataan bahwa bukti ini gagal kemudian dicatat oleh al-Tusi.

Makalah ini membahas sebuah komentar abad ke tiga belas di sebuah risalah singkat oleh al-Jawhari. Dalam risalah pendek al-Jawhari menampilkan tiga tambahan ke Buku V Euclid's Elements, yang dimaksudkan membuktikan Definisi 5 yang mendefinisikan rasio sama, dan Definisi 7 yang mendefinisikan rasio yang lebih besar. Al-Jawhari's adalah "bukti" contoh dari upaya awal olehmatematikawan Muslim untuk memahami konsep-konsep sulit dalam Elemen Euclid. Berggren, meninjau, menyatakan terkejut, bukan pada argumen menyesatkan al-Jawhari, tapi lebih kepada fakta bahwa mereka masih sedang berulang 400 tahun kemudian: ...Kita hanya bisa bertanya-tanya, namun, pada kelangsungan perubahan yang disalahpahami seperti Elemen Euclid danpenggabungan mereka, berabad-abad kemudian, dalam edisi bahasa Arab dari "Elements" disusun di akhir abad ketiga belas.


 Selangkah lagi anda jadi pengusaha!
  • Komentar Dengan Blogger
  • Komentar Dengan Facebook

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Biografi Al-Jawhari (Pengkomentar Elemen Euclid) Rating: 5 Reviewed By: Zulfan Afdhilla