Latest News
Saturday, 9 June 2012

Mujahid Anshar Asy-Syari'ah Meratakan Kubah Kubur Tempat Kemusyrikan di Waqar Yaman



WAQAR.ABYAN.YAMAN.(voa-islam.com) – Alhamdulillah, kita kembali mendapatkan info yang memadai dari Imarah Islam Waqar dengan terbitnya bulletin dari Madad News Agency nomor 20 Jumadal Akhir atau bulan Mei. Salah satu berita yang kami soroti adalah pelaksanaan satu syari’at dan wasiat Nabi yaitu perataan kubah-kubah yang dibangun diatas makam-makam (Kuburan) yang mengikuti tradisi Ghuluw dari Nashrani dan Yahudi dan juga menjadi wasilah kemusyrikan dengan menjadikan penghuni kuburnya sebagai orang yang dimntai dalam do’a atau berdoa meminta kepada penghuni kubur. hal ini sepatutnya diikuti  oleh para mujahid tauhid di Indonesia, karena diindonesia hal kufr macam ini sangat banyak dan pengikutnya pun banyak.

Anshar Al-Syari’ah memang terkenal dengan komitmennya dalam memerangi Syirik Dustur atau Syirik Qushur. Namun, sesungguhnya misi utama dari Anshar Al-Syari’ah adalah menegakkan syari’at Islam secara totalitas atau mengibarkan panji-panji Tauhid dan melenyapkan panji-panji kemusyrikan dan kekufuran. Laa ilaaha illallah : tidak ada ilah (sesembahan dalam bentuk apapun) kecuali Allah. Maka Syirkul Qubur pun menjadi perhatian Anshar Al-Syari’ah berupa perataan kuburan yang diatasnya dibangun qubbah-qubbah dan menjadi sarana kemusyrikan.



Operasi ini dimulai dari kota percontohan yaitu Imarah Waqar. Kota inilah yang kental nuansa penerapan syari’atnya. Kota tersebut telah menyaksikan pemandangan yang menakjubkan lagi agung. Anshar Syari’ah, baik dari kalangan pemuda maupun para masyayekhnya, perataan kubah-kubah kuburan yang berada di daerah sekitar kota Imarah Waqar Islamiyyah.

Sebelum mereka melakukan perataan qubbah-qubbah tersebut, para masyayekh mujahidin melakukan pengarahan dan menerangkan status kubah-kubah itu dalam syari’at. Kemudian Anshar Al-Syari’ah memulai menghancurkan kubbah yang dibangun diatas kuburan Al-Ja’dani yang berada di desa Al-Thariyyah. Kuburan tersebut berdasarkan laporan dari Madad News Agency mempunyai tulisan disampingnya yang berbau syirik berbunyi Yaa Muhammad, Ya Ahlassalaf(seruan saat berdo’a) dan ditambahkan dengan kalimattholasim yang tidak dipahami.

....”Mujahidin menghidupkan jihad mereka dijalan Allah agar menghilangkan fitnah (syirik) dan ketaatan ini hanya milik Allah. Sebagaimana mereka memerangi Demokrasi dan majelis perwakilan yang menjadi sekutu Allah dalam menetapkan udang-undang, mereka juga menghancurkan kubah-kubah yang disembah selain Allah, kuburan, makam, yang dijadikan perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka (mujahidin.red) melakukan itu hingga Allah sematalah yang disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.” Tegas ulama Anshar Al-Syari’ah.....

Kemudian setelah itu mujahidin menuju daerah Dardaj dan Saihan yang berada dekat dengan Imarah Waqar. Disana mereka menghancurkan tiga kubah dan meratakannya dengan tanah. Salah satu dari kubah itu bernama kubah Al-Shalily. Kubbah yang kedua adalah berbentuk ruangan yang melingkupi kuburan dan terdapat beberapa botol yang berisi minyak wangi, dupa, kayu, gambus dqan lilin.

Secara keseluruhanda sekitar lima belas kuburan yang diatasnya dibangun kubbah diratakan dengan tanah oleh mujahidin. Dan operasi ini mendapat dukungan dari masyarakat daerah tersebut dan ikut berpartisipasi dalam meratakan kubbah-kubbah tersebut.

Salah satu masyayekh yang menggerakkan mujahidin dalam operasi ini adalah Syaikh Ibrahim bin Sulaiman Al-Rubaish -semoga Allah menjaganya-. Beliau berkata kepada kontributor Madad News Agency:”Mujahidin menghidupkan jihad mereka dijalan Allah agar menghilangkan fitnah (syirik) dan ketaatan ini hanya milik Allah. Sebagaimana mereka memerangi Demokrasi dan majelis perwakilan yang menjadi sekutu Allah dalam menetapkan udang-undang, mereka juga menghancurkan kubah-kubah yang disembah selain Allah, kuburan, makam, yang dijadikan perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka (mujahidin.red) melakukan itu hingga Allah sematalah yang disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.” Tegas ulama Anshar Al-Syari’ah.

Disamping itu, anggota Hisbah yang dibawa Anshar Al-Syari’ah membagi-bagikan selebaran, fatwa-fatwa, ceramah kepada penduduk setempat tentang pentingnya meratakan kubah.

Wallahu Ghalibun ‘ala amrihi walakinna aktsarannasi la ya’lamun
(usamah/ansar)

 Selangkah lagi anda jadi pengusaha!
  • Komentar Dengan Blogger
  • Komentar Dengan Facebook
Item Reviewed: Mujahid Anshar Asy-Syari'ah Meratakan Kubah Kubur Tempat Kemusyrikan di Waqar Yaman Rating: 5 Reviewed By: Zulfan Afdhilla