Jumat, 06 April 2012

Tahlilan atau Samadiyah Menurut Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari, seorang ulama besar dari Kalimantan Selatan


Kitab ini ditulis oleh Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari, seorang ulama besar dari Kalimantan Selatan yang bermazhab Syafi'i. Beliau mengatakan :

"Makruh lagi bid'ah bagi yang kematian membikin makanan untuk dimakan oleh orang banyak baik sebelum maupun sesudah mengubur seperti kebiasaan dikerjakan oleh masyarakat".
Lihat hal. 741 alinea terakhir Buku Jilid 2, Bab Jenazah.

Kitab Kuning Sabilal Muhtadin (versi Arab Melayu) ditulis oleh Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari (bemazhab Syafi'i) . Pada halaman 87 juz 2 , beliau mengatakan :

Makruh lagi bid'ah bagi yang kematian memperbuat makanan yang diserukannya sekalian manusia atas memakannya, sebelum dan sesudah kematian seperti yang sudah menjadi kebiasaan di masyarakat

Gambar cover dan halaman buku discan oleh Situs ini
Terimakasih sudah berkunjung. Sebelum berpisah, saya memohon agar meng-klik salah satu iklan yang dibawah ini dan jika anda membutuhkan artikel ini silahkan di copy-paste, tapi jangan lupa untuk membubuhi alamat sumber yaa..


Berkomentarlah dengan sopan dan santu. Dilarang berkomentar dengan SARA, memaki, titip link, promosi dan sebagainya. Jika hendak berkomentar diluar topik silahkan ke lama Forum, Dan jika ingin memberi saran khusus kepada saya silahkan ke laman Contact atau Suara Anda di menu About sebelah kiri atas anda. Terimakasih.

 
Read Me
Terimakasih atas kunjungannya, sebelumnya saya mohon maaf atas ketidak nyamanan karena tampilan web sedang diperbaiki
close